Royal Honey Benefits, Ingredients & Uses
Maca: Manfaat Akar Maca, Efek Samping, dan Apa Kata Penelitian
Maca adalah akar dari dataran tinggi Peru yang kini dijual sebagai bubuk, kapsul dan campuran suplemen di seluruh dunia. Namanya sering muncul bersama klaim gairah, stamina dan keseimbangan hormon. Tapi apa sebenarnya akar maca itu, apa kata penelitian, apa risikonya, dan bagaimana memilih produk yang aman di Indonesia? Panduan ini menjawabnya berdasarkan bukti, tanpa janji berlebihan.
🌱 Ringkasan 30 detik
- Maca (Lepidium meyenii) adalah sayuran akar dari Pegunungan Andes, satu keluarga dengan lobak dan kubis.
- Ada beberapa penelitian kecil yang melaporkan peningkatan gairah seksual, tetapi buktinya masih terbatas. Tidak terbukti mengobati disfungsi ereksi.
- Pada penelitian, maca tidak mengubah kadar testosteron atau estrogen, jadi klaim "menyeimbangkan hormon" tidak terbukti.
- Umumnya ditoleransi baik dalam jangka pendek, tetapi bisa menimbulkan kembung, mual, sulit tidur dan gelisah.
- Produk bernama maca yang dijual sebagai "obat kuat" sering bermasalah. Cek izin edar BPOM.
Apa itu maca?
Maca (Lepidium meyenii) adalah tanaman dari keluarga Brassicaceae (kubis-kubisan) yang tumbuh di dataran tinggi Andes, Peru, pada ketinggian sekitar 3.500-4.500 meter. Bagian yang dimakan adalah akarnya (secara teknis hipokotil), yang dalam tradisi setempat dimakan sebagai makanan, dipanggang, direbus atau dibuat bubuk dan minuman.
Di pasar, maca sering disebut maca root atau akar maca, dan kadang dijuluki "ginseng Peru", meskipun tidak berkerabat dengan ginseng.
Jenis maca: kuning, merah dan hitam
- Maca kuning: paling umum.
- Maca merah dan hitam: lebih langka dan lebih mahal.
Beberapa penelitian awal membandingkan warna, tetapi belum cukup bukti bahwa satu warna jelas lebih unggul untuk tujuan tertentu.
Kandungan dan nilai gizi akar maca
Bubuk maca kira-kira berisi (per 100 g, angka dapat berbeda antar produk):
- Karbohidrat sebagian besar (sekitar 60-70%), serat dan protein (sekitar 10-14%).
- Vitamin dan mineral seperti vitamin C, zat besi, kalium dan tembaga, dalam jumlah kecil pada porsi harian.
- Senyawa khas: glukosinolat, macamida dan macaena (senyawa unik maca), serta antioksidan.
Satu sendok teh bubuk (sekitar 3-5 g) hanya berisi belasan kalori. Sebagai makanan, maca bergizi; sebagai "obat", buktinya jauh lebih lemah, seperti dijelaskan berikut.
Manfaat maca: apa kata penelitian?
| Klaim | Yang diketahui |
|---|---|
| Meningkatkan gairah seksual | Beberapa uji acak kecil (lama 8-12 minggu) pada pria dan wanita melaporkan peningkatan gairah. Jumlah peserta sedikit, jadi buktinya terbatas dan perlu penelitian lebih besar. |
| Disfungsi ereksi | Satu uji kecil pada pria dengan keluhan ringan melaporkan perbaikan, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan maca mengobati disfungsi ereksi. Periksakan ke dokter. |
| Kesuburan dan kualitas sperma | Ada studi kecil dengan beberapa parameter sperma membaik. Belum ada bukti bahwa maca meningkatkan peluang hamil. |
| Gejala menopause dan mood | Penelitian kecil pada wanita pascamenopause melaporkan perbaikan gejala dan suasana hati pada sebagian peserta. Hasil belum konsisten. |
| Menyeimbangkan hormon | Tidak terbukti. Pada banyak penelitian, kadar testosteron dan estrogen tidak berubah setelah konsumsi maca. |
| Energi, stamina dan massa otot | Bukti lemah dan tidak konsisten. Tidak menggantikan makan cukup, tidur dan latihan. |
| Menyembuhkan penyakit | Tidak ada bukti. Maca bukan obat. |
Kesimpulannya: maca adalah makanan bergizi dengan beberapa bukti awal untuk gairah seksual, tetapi bukan "obat kuat" dan bukan solusi untuk masalah hormon atau ereksi. Jika Anda mengalami keluhan gairah, ereksi, haid, kesuburan atau menopause yang mengganggu, periksakan ke dokter.
Cara mengonsumsi akar maca
- Bubuk maca: dicampur ke smoothie, oatmeal, yoghurt atau minuman hangat. Rasanya khas, agak seperti tanah dan sedikit manis.
- Kapsul atau tablet: praktis, dengan dosis tertera di label.
- Maca "gelatinized" (digelatinisasi): telah dipanaskan untuk menghilangkan pati sehingga lebih mudah dicerna dan, menurut produsen, mengurangi senyawa goitrogen. Sering dianggap lebih ringan di perut dibanding maca mentah.
Dalam penelitian, dosis yang dipakai umumnya sekitar 1,5-3 gram per hari selama 8-12 minggu. Ini bukan anjuran: kadar zat dalam produk berbeda-beda, jadi ikuti aturan pakai di label produk yang terdaftar di BPOM dan konsultasikan ke dokter bila Anda punya penyakit atau minum obat.
Mulailah dari porsi kecil untuk melihat reaksi tubuh, dan jangan mengonsumsi di malam hari bila Anda mudah sulit tidur.
Efek samping dan risiko maca
- Gangguan pencernaan: kembung, gas, mual atau perut tidak nyaman, terutama pada maca mentah atau dosis besar.
- Sulit tidur, gelisah, jantung berdebar atau perubahan mood pada sebagian orang.
- Gangguan tiroid: maca mengandung glukosinolat (goitrogen) seperti sayuran kubis-kubisan. Penderita gangguan tiroid sebaiknya berkonsultasi dulu.
- Data jangka panjang terbatas. Sebagian besar penelitian berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan.
- Kualitas produk bervariasi, termasuk kemungkinan pencampuran dengan bahan lain.
Siapa yang sebaiknya menghindari atau berkonsultasi dulu?
- Ibu hamil dan menyusui: data keamanan belum memadai.
- Penderita kondisi yang sensitif terhadap hormon (misalnya kanker payudara, rahim atau prostat) dan pengguna terapi hormon, karena efek maca pada hormon belum jelas.
- Penderita gangguan tiroid.
- Penderita penyakit jantung atau hipertensi, dan pengguna obat rutin.
- Anak dan remaja: bukan untuk mereka.
- Orang dengan alergi terhadap tanaman kubis-kubisan.
Cara memilih produk maca yang aman
- Cek izin edar BPOM di cekbpom.pom.go.id atau aplikasi BPOM Mobile. Lihat cara cek BPOM produk.
- Baca label: nama ilmiah (Lepidium meyenii), jenis (bubuk akar murni atau ekstrak), kadar per porsi, bentuk (mentah atau gelatinized), asal, produsen, batch dan tanggal kedaluwarsa.
- Hindari "campuran rahasia" (proprietary blend) yang tidak menyebut kadar maca dan bahan lain.
- Hindari klaim "obat kuat", "tahan lama", "menyembuhkan impotensi" atau efek instan.
- Waspadai penjual tanpa identitas di media sosial, live streaming atau marketplace dengan harga sangat murah.
- Konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum memakai bila Anda punya penyakit kronis atau minum obat.
Waspadai produk "maca" yang dijual sebagai obat kuat
Nama maca sering dipakai pada kopi, kapsul, jamu dan madu "penambah stamina pria" bersama nama herbal lain seperti ginseng dan tongkat ali. BPOM berulang kali menemukan produk herbal semacam ini mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti sildenafil dan tadalafil yang tidak tertera di label, sering dengan nomor izin edar fiktif. BPOM juga menyatakan tidak pernah memberi izin edar untuk produk berindikasi "obat kuat".
Jika efek "kuat" muncul cepat setelah minum produk bernama maca, kemungkinan besar efek itu bukan dari maca, melainkan dari obat yang dicampurkan. Risikonya serius bagi penderita penyakit jantung, hipertensi atau pengguna obat nitrat. Segera ke IGD bila muncul nyeri dada, sesak napas, pingsan, penglihatan hilang mendadak atau ereksi yang tidak mereda. Baca juga peringatan BPOM soal madu kuat dan Royal Honey.
Maca, pasak bumi dan ginseng: apa bedanya?
- Maca adalah sayuran akar dari Andes, Peru.
- Pasak bumi (tongkat ali) adalah akar pohon dari hutan Asia Tenggara. Baca pasak bumi: manfaat dan efek sampingnya.
- Ginseng adalah akar tanaman dari Asia Timur dan Amerika Utara.
Ketiganya tanaman yang berbeda dengan bukti yang sama-sama terbatas untuk klaim stamina seksual. Menggabungkannya dalam satu produk tidak otomatis membuatnya lebih efektif atau lebih aman.
Kesimpulan
Maca adalah akar bergizi dari Andes dengan beberapa bukti awal untuk gairah seksual, tetapi buktinya kecil, tidak mengubah hormon pada banyak penelitian, dan bukan obat disfungsi ereksi. Efek sampingnya ringan pada kebanyakan orang, tetapi ada kehati-hatian untuk ibu hamil, penderita gangguan tiroid dan kondisi sensitif hormon. Pilih produk yang terdaftar di BPOM, hindari yang dijual sebagai "obat kuat", dan konsultasikan ke dokter bila Anda punya keluhan.
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)
Apa itu maca?
Maca (Lepidium meyenii) adalah sayuran akar dari dataran tinggi Andes, Peru, yang dijual sebagai bubuk atau kapsul. Ia satu keluarga dengan lobak dan kubis, bukan dengan ginseng.
Apa manfaat akar maca?
Maca bergizi, dan beberapa penelitian kecil melaporkan peningkatan gairah seksual. Buktinya terbatas dan maca bukan obat untuk penyakit apa pun.
Apakah maca root meningkatkan testosteron?
Pada banyak penelitian, maca tidak mengubah kadar testosteron atau estrogen. Klaim "menyeimbangkan hormon" tidak terbukti.
Apakah maca bisa mengobati disfungsi ereksi?
Tidak terbukti. Ada satu uji kecil dengan hasil positif, tetapi belum cukup. Disfungsi ereksi perlu diperiksa dokter.
Bagaimana cara minum bubuk maca?
Dicampur ke smoothie, oatmeal atau minuman hangat sesuai aturan pakai di label. Penelitian memakai sekitar 1,5-3 gram per hari, tetapi ini bukan anjuran. Mulailah dari porsi kecil.
Apa efek samping maca?
Kembung, mual, sulit tidur, gelisah atau jantung berdebar pada sebagian orang. Penderita gangguan tiroid perlu berhati-hati.
Siapa yang tidak boleh mengonsumsi maca?
Ibu hamil dan menyusui, anak dan remaja, penderita kondisi sensitif hormon atau gangguan tiroid, serta pengguna obat rutin perlu menghindari atau berkonsultasi dulu ke dokter.
Apakah produk "maca obat kuat" aman?
Tidak bisa dipastikan. BPOM berulang kali menemukan produk "obat kuat" berisi sildenafil atau tadalafil tanpa label. Cek izin edar di situs BPOM.
Konten ini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran tenaga kesehatan. Peringatan resmi dapat diperbarui: selalu periksa situs BPOM.






